Minggu, 17 Agustus 2025

PROBLEM SEMESTA (17 AGUSTUS 2025)

 Kita perlu sedikit berpikir dan menjawab pertanyaan ini!

-            Mengapa ada masalah di dunia ini?

-           Mengapa Tuhan membiarkan masalah itu ada?

-           Siapa yang harus menyelesaikannnya?

-            Atau siapa penyebab masalah itu?

-           Atau apa hal-hal yang menyebabkan masalah itu terjadi?

 

Pertanyaan-pertanyaan ini muncul adalah sebuah paradoks dunia yang harus dipecahkan oleh banyak manusia di semesta ini!

 

Mungkin dari kita banyak yang merasa baik-baik saja, tetapi ada segelintir orang yang merasakan adanya ketidakbenaran dari sistem yang ada!

 

Coba kita rasakan

-          Rasa sosial kita ditopang oleh apa? Apakah rasa cinta ataukah kepentingan pekerjaan semata?

-          Dasar beragama kita apakah ditopang oleh tauhid ataukah oleh kepentingan uang semata?

-          Sistem kerja kita apakah sudah membangun sistem yang benar, berlandaskan pada rule yang benar atau tidak?

-          Kesetiaan kita ditopang oleh apa? Apakah dasar Tuhan ataukah hanya sekedar untung belaka?

-          Bernegara kita ini beneran atau hanya kepalsuan semata?

 

Banyak muncul pertanyaan-pertanyaan yang harus kita benahi dari segala lini.

1.     Hubungan sosial, saling menghianati, saling mencela di belakang orangnya dan saling berbohong untuk kepentingan pribadi apakah itu lantas benar?

 

Jawabannya tentu salah, kita harusnya bersosial pada landasan yang paling dasar adalah ajaran Tuhan untuk memanusiakan manusia, membangun kesetiaan, menghormati manusia lain, menghormati perbedaan, karena  sejatinya setiap manusia memang berbeda. Bersosial untuk saling membantu dan bekerja sama dalam menciptakan kebermanfaatan, ada yang membangun sistem yang bermanfaat, ada yang mengkonsep sistem, dan ada pula yang bertindak langsung dalam kebermafaatan.

 

2.      Agama sekarang dipandang seperti apa? Apakah sepele ataukah hal utama yang mengajarkan praktik seharusnya?

Jawabannya menurut saya pada saat ini, kita merasakan betul agama hanya sebagai identitas saja, bukan yang sebenarnya dilakukan. Agama hanya rutinitas ritus semata, yang memaksakan kehendak pada orang lain, memaksakan pada generasi lain.

Padahal sejatinya agama tidak seperti itu, agama harusnya mengajarkan mengenai kesaksian akan Tuhan, mengajarkan hukum dan aturan Tuhan untuk menjaga manusia menuju keselamatan, jika saat ini Tuhan membiarkan masalah ini ada bukan berarti Tuhan sepakat dengan masalah itu, bukan berarti Tuhan menjadikan masalah itu berjalan begitu saja. Sampai sekarang Tuhan masih tetap memunculkan berbagai jenis manusia untuk menyelesaikan problem-problem yang manusia lain ciptakan.

Agama tidak hanya itu, Agama mengajarkan banyak sekali cara hidup dari Iman, Islam dan Ihsan. Mengajarkan mengenai syariat islam dan mengajarkan manusia menjadi manusia yang baik dan benar, inilah sistem yang Tuhan ajarkan.

 

3.      Pernah dengar ada kata-kata orang Atheis sebelumnya? Mengapa kau meminta Tuhan menyelesaikan masalah manusia padahal kita sendirilah yang menciptakan masalah itu?

Jawaban dari pertanyaan itu sangat lah gamblang. Karena kita lemah, tapi kerusakan yang kita ciptakan karena lemahnya kita itu sangatlah kuat. Jika kita tidak pernah sadar atas kekurangan kita itu maka kita sangatlah bodoh tidak memahami batasan energi dan waktu yang kita miliki. Kita tidak bisa terus menerus menciptakan masalah dan sadar tanpa sadar pemahaman yang terbatas atas diri kita menjadikan kelemahan lain yang menyebabkan kita sokk tahu segalanya! Itu juga kebodohan.

 

4.     Sistem hidup atau rumah atau sekolah atau dunia kerja kita apakah sudah benar?

Jawabannya adalah tidak, jika kita tidak merasakan adanya masalah maka kita tidak punya indra perasa itu, jika kita tidak mampu menilai yang seharusnya maka kita juga tidak mampu untuk mencapai perbaikan, jika kita tidak mampu memperbaikinya maka bisa jadi kita adalah hambatan untuk perbaikan itu. Coba kita rasakan kembali apakah hidup kita sudah benar, baik dan sesuai dengan yang Tuhan inginkan, hidup yang penuh syukur dan hidup yang saling membantu dalam kebermanfaatan dan tidak menciptakan kerusakan? Jika gambaran itu tidak ada maka ada masalah yang harus kita perbaiki.

Sekolah kita apakah memberikan ruang pemahaman mengenai kebahagiaan? Apakah mengajarkan mengenai jenis-jenis kebahagiaan yang Tuhan izinkan? Ataukah hanya menuntut dalam pelajaran semata. Jika Tuhan telah mengajari strata prioritas dalam hidup mengapa kita masih tidak memahami mana dulu yang harus kita pahami.

1.      Pendidikan tentang bahagia dan syukur sesuai batasan Allah itu penting diajarkan

2.      Pendidikan mengenai Tuhan sebagai peran utama dalam kehidupan itu juga penting.

3.      Memahami mengenai panduan yang telah Tuhan berikan itu juga sangat penting.

4.      Menjalani hidup dengan pembagian energi yang baik itu juga penting, mana yang menjadi prioritas utama mana yang tidak itu juga penting.

5.      Memilah pekerjaan dengan energi yang pas itu juga penting.

Tuhan mengajarkan mengenai prioritas hidup, mana yang didahulukan, mana yang harus dikerjakan dan mana yang tidak usah dikerjakan itu sudah lengkap dan sudah ada simulasi langsungnya.

Hidup bukanlah untuk menguasai manusia lain, hidup bukan untuk mengatur dan memaksa manusia lain untuk melakukan sesuatu yang salah. Tapi Tuhan mengajarkan kita untuk belajar berdampingan sebagai keluarga, sebagai manusia yang saling setia, tidak menghianati dan tidak pula saling mencelakai. Kita harus paham prioritas hidup itu.

 

5.      Sistem kerja apakah sudah sesuai?

Kembali kan saja pada tujuannya kerja ini untuk apa? Membangun industri atau sekolah atau kantor untuk apa? Dan apa yang kita minta dari karyawan kita? Apakah yang kita minta sudah sesuai ataukah berlebihan?

 

Jawaban dari itu semua adalah pondasi utama yang harus kita jawab, Pekerjaan merupakan aktivitas lain untuk mengisi waktu dan mengisinya dengan kebermanfaatan, pekerjaan yang kita ciptakan tidak lantas tidak bermanfaat pasti memiliki manfaatnya, bisa bagi masyarakat, bisa juga bagi karyawan. Masing-masing manfaat itu telah diatur oleh Tuhan mana yang boleh dan tidak, pekerjaan yang bermanfaat atau tidak, kita mempekerjaan secara berlebihan atau tidak itu juga harus menjadi pertimbangan yang penting.

 

6.      Kesetiaan ditopang oleh apa?

Dalam hidup manusia setia terhadap manusia lain  karena ditopang oleh kesetiaan akan Tuhannya, Tuhan menciptakan manusia yang berbeda-beda dan kita harus menghormatinya, menyayanginya dan tidak boleh menghianatinya. Jika kita mencela ciptaan Tuhan dengan serendah-rendahnya bisa jadi Tuhanlah yang telah kita cela dan jika kita menghianati manusia lain, bisa jadi Tuhanlah yang kita hianati. Manusia tidak lah berbeda dengan malaikat kita juga dituntut hal yang sama, yakni kesetiaan, kepada Allah, kepada ciptaannya, kepada bumi, kepada manusia lain dan bahkan kepada dirinya sendiri dan semua hal yang ada di dalam dirinya sendiri.

7.      Bernegara kita sudah benar atau tidak?

Dasar bernegara telah diatur oleh Allah dan kita diajarkan untuk saling melindungi dan saling menjaga dan saling membantu untuk kehidupan manusia yang saling bahagia dan penuh rasa syukur . Tetapi jika kita bernegara tetapi menciptakan kepalsuan, penipuan, menciptakan ketidaksetiaan dari manusia dan menciptakan kesengsaraan karena ketidakadilan maka cara bernegara kita banyak yang salah.

 

Kita hidup bukan dalam kepalsuan, Tuhan kita tidak palsu, dan Tuhan bukan khayalan semata, Tuhan memberikan ajaran cara hidup dan kita harus memahaminya mempelajarinya dan mempraktikkannya. Kita bernegara membangun sistem masyarakat yang saling baik, benar dan saling membantu satu sama lain, jangan ada penipuan dan saling menghianati. Jangan ada ketidakadilan jika itu dilakukan maka kita hanya menciptakan luka Tuhan dan beliau akan marah kepada kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar