Kita perlu sedikit berpikir dan menjawab pertanyaan ini!
- Mengapa ada masalah di dunia ini?
- Mengapa Tuhan membiarkan masalah itu ada?
- Siapa yang harus menyelesaikannnya?
- Atau siapa penyebab masalah itu?
- Atau apa hal-hal yang menyebabkan masalah itu
terjadi?
Pertanyaan-pertanyaan ini muncul adalah sebuah paradoks
dunia yang harus dipecahkan oleh banyak manusia di semesta ini!
Mungkin dari kita banyak yang merasa baik-baik saja, tetapi
ada segelintir orang yang merasakan adanya ketidakbenaran dari sistem yang ada!
Coba kita rasakan
- Rasa sosial kita ditopang oleh apa? Apakah rasa
cinta ataukah kepentingan pekerjaan semata?
- Dasar beragama kita apakah ditopang oleh tauhid
ataukah oleh kepentingan uang semata?
- Sistem kerja kita apakah sudah membangun sistem
yang benar, berlandaskan pada rule yang benar atau tidak?
- Kesetiaan kita ditopang oleh apa? Apakah dasar Tuhan
ataukah hanya sekedar untung belaka?
- Bernegara kita ini beneran atau hanya kepalsuan
semata?
Banyak muncul pertanyaan-pertanyaan yang harus kita benahi
dari segala lini.
1. Hubungan sosial, saling menghianati, saling
mencela di belakang orangnya dan saling berbohong untuk kepentingan pribadi
apakah itu lantas benar?
Jawabannya tentu salah, kita harusnya
bersosial pada landasan yang paling dasar adalah ajaran Tuhan untuk
memanusiakan manusia, membangun kesetiaan, menghormati manusia lain, menghormati
perbedaan, karena sejatinya setiap
manusia memang berbeda. Bersosial untuk saling membantu dan bekerja sama dalam
menciptakan kebermanfaatan, ada yang membangun sistem yang bermanfaat, ada yang
mengkonsep sistem, dan ada pula yang bertindak langsung dalam kebermafaatan.
2. Agama sekarang dipandang seperti apa? Apakah
sepele ataukah hal utama yang mengajarkan praktik seharusnya?
Jawabannya menurut saya pada saat ini, kita
merasakan betul agama hanya sebagai identitas saja, bukan yang sebenarnya
dilakukan. Agama hanya rutinitas ritus semata, yang memaksakan kehendak pada
orang lain, memaksakan pada generasi lain.
Padahal sejatinya agama tidak seperti itu,
agama harusnya mengajarkan mengenai kesaksian akan Tuhan, mengajarkan hukum dan
aturan Tuhan untuk menjaga manusia menuju keselamatan, jika saat ini Tuhan membiarkan
masalah ini ada bukan berarti Tuhan sepakat dengan masalah itu, bukan berarti Tuhan
menjadikan masalah itu berjalan begitu saja. Sampai sekarang Tuhan masih tetap memunculkan
berbagai jenis manusia untuk menyelesaikan problem-problem yang manusia lain
ciptakan.
Agama tidak hanya itu, Agama mengajarkan
banyak sekali cara hidup dari Iman, Islam dan Ihsan. Mengajarkan mengenai
syariat islam dan mengajarkan manusia menjadi manusia yang baik dan benar,
inilah sistem yang Tuhan ajarkan.
3. Pernah dengar ada kata-kata orang Atheis sebelumnya?
Mengapa kau meminta Tuhan menyelesaikan masalah manusia padahal kita sendirilah
yang menciptakan masalah itu?
Jawaban dari pertanyaan itu sangat lah
gamblang. Karena kita lemah, tapi kerusakan yang kita ciptakan karena lemahnya
kita itu sangatlah kuat. Jika kita tidak pernah sadar atas kekurangan kita itu
maka kita sangatlah bodoh tidak memahami batasan energi dan waktu yang kita
miliki. Kita tidak bisa terus menerus menciptakan masalah dan sadar tanpa sadar
pemahaman yang terbatas atas diri kita menjadikan kelemahan lain yang menyebabkan
kita sokk tahu segalanya! Itu juga kebodohan.
4. Sistem hidup atau rumah atau sekolah atau dunia
kerja kita apakah sudah benar?
Jawabannya adalah tidak, jika kita tidak merasakan
adanya masalah maka kita tidak punya indra perasa itu, jika kita tidak mampu
menilai yang seharusnya maka kita juga tidak mampu untuk mencapai perbaikan,
jika kita tidak mampu memperbaikinya maka bisa jadi kita adalah hambatan untuk
perbaikan itu. Coba kita rasakan kembali apakah hidup kita sudah benar, baik
dan sesuai dengan yang Tuhan inginkan, hidup yang penuh syukur dan hidup yang
saling membantu dalam kebermanfaatan dan tidak menciptakan kerusakan? Jika gambaran
itu tidak ada maka ada masalah yang harus kita perbaiki.
Sekolah kita apakah memberikan ruang
pemahaman mengenai kebahagiaan? Apakah mengajarkan mengenai jenis-jenis
kebahagiaan yang Tuhan izinkan? Ataukah hanya menuntut dalam pelajaran semata.
Jika Tuhan telah mengajari strata prioritas dalam hidup mengapa kita masih
tidak memahami mana dulu yang harus kita pahami.
1.
Pendidikan tentang bahagia dan syukur sesuai
batasan Allah itu penting diajarkan
2.
Pendidikan mengenai Tuhan sebagai peran utama
dalam kehidupan itu juga penting.
3.
Memahami mengenai panduan yang telah Tuhan berikan
itu juga sangat penting.
4.
Menjalani hidup dengan pembagian energi yang
baik itu juga penting, mana yang menjadi prioritas utama mana yang tidak itu
juga penting.
5.
Memilah pekerjaan dengan energi yang pas itu
juga penting.
Tuhan mengajarkan mengenai prioritas hidup, mana yang
didahulukan, mana yang harus dikerjakan dan mana yang tidak usah dikerjakan itu
sudah lengkap dan sudah ada simulasi langsungnya.
Hidup bukanlah untuk menguasai manusia lain, hidup bukan
untuk mengatur dan memaksa manusia lain untuk melakukan sesuatu yang salah. Tapi
Tuhan mengajarkan kita untuk belajar berdampingan sebagai keluarga, sebagai
manusia yang saling setia, tidak menghianati dan tidak pula saling mencelakai.
Kita harus paham prioritas hidup itu.
5. Sistem kerja apakah sudah sesuai?
Kembali kan saja pada tujuannya kerja ini
untuk apa? Membangun industri atau sekolah atau kantor untuk apa? Dan apa yang kita
minta dari karyawan kita? Apakah yang kita minta sudah sesuai ataukah
berlebihan?
Jawaban dari itu semua adalah pondasi utama
yang harus kita jawab, Pekerjaan merupakan aktivitas lain untuk mengisi waktu
dan mengisinya dengan kebermanfaatan, pekerjaan yang kita ciptakan tidak lantas
tidak bermanfaat pasti memiliki manfaatnya, bisa bagi masyarakat, bisa juga
bagi karyawan. Masing-masing manfaat itu telah diatur oleh Tuhan mana yang
boleh dan tidak, pekerjaan yang bermanfaat atau tidak, kita mempekerjaan secara
berlebihan atau tidak itu juga harus menjadi pertimbangan yang penting.
6. Kesetiaan ditopang oleh apa?
Dalam hidup manusia setia terhadap manusia
lain karena ditopang oleh kesetiaan akan
Tuhannya, Tuhan menciptakan manusia yang berbeda-beda dan kita harus
menghormatinya, menyayanginya dan tidak boleh menghianatinya. Jika kita mencela
ciptaan Tuhan dengan serendah-rendahnya bisa jadi Tuhanlah yang telah kita cela
dan jika kita menghianati manusia lain, bisa jadi Tuhanlah yang kita hianati.
Manusia tidak lah berbeda dengan malaikat kita juga dituntut hal yang sama,
yakni kesetiaan, kepada Allah, kepada ciptaannya, kepada bumi, kepada manusia
lain dan bahkan kepada dirinya sendiri dan semua hal yang ada di dalam dirinya
sendiri.
7. Bernegara kita sudah benar atau tidak?
Dasar bernegara telah diatur oleh Allah dan
kita diajarkan untuk saling melindungi dan saling menjaga dan saling membantu
untuk kehidupan manusia yang saling bahagia dan penuh rasa syukur . Tetapi jika
kita bernegara tetapi menciptakan kepalsuan, penipuan, menciptakan ketidaksetiaan
dari manusia dan menciptakan kesengsaraan karena ketidakadilan maka cara
bernegara kita banyak yang salah.
Kita hidup bukan dalam kepalsuan, Tuhan kita
tidak palsu, dan Tuhan bukan khayalan semata, Tuhan memberikan ajaran cara
hidup dan kita harus memahaminya mempelajarinya dan mempraktikkannya. Kita
bernegara membangun sistem masyarakat yang saling baik, benar dan saling
membantu satu sama lain, jangan ada penipuan dan saling menghianati. Jangan ada
ketidakadilan jika itu dilakukan maka kita hanya menciptakan luka Tuhan dan beliau
akan marah kepada kita.